Renungan
Perhitungan Matematika Berbicara tentang Waktu
Waktu adalah kehidupan
Waktu adalah pilihan kesuksesan atau kehancuran
Begitu berharganya waktu, yang tiada pernah kembali dan tidak bisa menanti. Lalu, seperti apakah kita memaknainya???
Matematika yang merupakan raja dan pelayan bagi semua illmu menjawab :
1 hari = 24 jam
1 TAHUN ????
12 bulan
52 minggu
365 hari
8760 jam
525600 menit
31536000 detik
Misalkan rata-rata manusia meninggal dunia antara usia 60 tahun hingga 70 tahun. Kita ambil nilai tengahnya rata-rata manusia meninggal + 65 tahun. Seseorang telah “baligh” (awal seseorang di perhitungkan amal baik atau buruknya selama hidup didunia) untuk laki-laki baligh + 15 tahun, untuk wanita baligh + 12 tahun. Usia yang tersisa untuk beribadah kepada Allah dapat dihitung dengan rumus mati – baligh = sisa usia. 65 tahun – 15 tahun = 50 tahun
50 TAHUN DIGUNAKAN UNTUK APA????
Mari dihitung bersama-sama
Waktu kita tidur + 8 jam/hari
Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai tidur 18250 hari x 8 jam = 146000 jam =16 tahun, 7 bulan, dibulatkan menjadi 17 tahun Logikanya : alangkah sayangnya waktu 17 tahun habis digunakan untuk tidur, padahal kita akan tertidur dari dunia untuk selamanya. Yang lebih bermasalah lagi bagi mereka yang terkena penyakit “tumor” alias tukang molor bisa jadi 12 jam/hari. Dalam waktu 50 tahun, 25 tahunnya hbis digunakan untuk tidur.
Waktu aktivitas kita disiang hari + 12 jam
Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai untuk beraktivitas : 18250 hari x 12 jam = 219000 jam = 25 tahun. Aktivitas disiang hari: ada yang bekerja, belajar atau mengajar, ada yag sekolah atau kuliah, ada yang makan sambil jalan-jalan, dan masih banyak lagi aktivitas lainnya yang tidak pernah bisa disamaratakan satu orang dengan yang lainnya.
Waktu aktifitas santai atau rileksasi + 4 jam
Dalam 50 tahun waktu yang dipakai rileksasi 18250 hari x 4 jam = 73000 jam = 8 tahun. Realissasi rileksasi: biasanya nonton tv sambil minum kopi, adapula yang belajar mati-matian atau membuat contekan habis-habisan buat ujian, atau mungkin dihabiskan termenung dibuai khayalan.
17 tahun + 25 tahun + 8 tahun = 50 tahun
Lalu kapan ibadahnya?????????
Padahal manusia diciptakan-Nya tiada lain dan tiada bukan hanya untuk beribadah kepada-Nya, karena satu hal yang pasti kita akan kembali ke alam hakiki Illahi!!! Maut datang menjemput tidak pernah bersahut Malaikat datang menuntut untuk merenggut, manusia tak kuasa untuk berbicara. “Allah Maha Kuasa atas syurga dan Neraka”.
Kuliah atau sekolah itu ibadah, kalau niat kuliah atau sekolahnya untuk ibadah, lha wong kalau sekolah untuk mencari ijazah, bakal nanti bekerja agar mudah mencari nafkah. Memang benar, bekerja mencari nafkah itu ibadah, tapi bekerja yang bagaimana?? Lha wong bekerja sikut sana sikut sini, banting tulang banting orang, tujuan utamanya cari uang buat beli barang-barang biar dipandang orang-orang. “Pernah kita membaca bismillah saat hendak bernagkat kuliah atau sekolah tapi sayang hanya sekedar pernah. Tapi ya tidak apa-apa, sudah lumayan dari pada yang belum pernah. Pernah kita berniat mulia saat hendak mencari nafkah, tapi semuanya terlupa ketika melihat gemerlapnya dunia.
Lalu kapan ibadahnya???
Oh mungkin saat sholat yang 5 waktu itu. Karena kita berfikir, sholat begitu besar pahalanya, padahal sholat amalan yang dihisab paling pertama, sholat jalan untuk membuka pintu syurga. Kenapa kita harus cukup kalau ibadah kita hanyalah sholat???
Berapa sholat kita dalam 50 tahun???
1 x sholat = + 10 menit, 5 x sholat + 1 jam. Dalam waktu 50 tahun waktu yang terpakai untuk sholat = 18250 hari x 1 jam = 18250 jam = 2 tahun
Dalam waktu 50 tahun hanya 2 tahun waktu kita yang dimanfaatkan untuk sholat. Padahal untuk tidur saja 17 tahun. Itu pun belum tentu sholat kita bermakna pahala dan di terima. Dan sekiranya sholat kita selama 2 tahun berpahala rasa-rasanya tidak sebanding dengan perbuatan dosa – dosa kita selama 50 tahun: dalam ucap kata kita yang selalu dusta, baik yang terasa maupun yang di sengaja, dalam ucap kata kita yang selalu cerca terhadap orang tua, dalam harta kaya kita yang selalu kikir terhadap orang faqir, dalam setiap laku langkah kita yang selalu bergelimang dosa.
Padahal pastikah umur kita 50 tahun ??? 60 tahun??? 65 tahun??? 70 tahun??? Lah terus bagaimana bila detik nanti kita meninggal. Esok kita sudah tidak dapat menikmati segarnya udara pagi. Masihkah kita berdiam diri???
Bukan satu yang tidak mungkin kita umat di akhir jaman akan bertamburan di neraka untuk emdnapatkan balasan kelalaian. Terlalu banyak waktu yang terbuang percuma selama manusai hidup di dunia dan selama itu sduah jelas akan menajdi bencana. Tiada kata terlambat walaupun wkatu bergulir cepat, isilah dengan sesuatu yang bermanfaat.
“Hakikat hidup adalah menjalani waktu, sebesar apa kita menghargai waktu maka sebesar itulah kita dapat menghargai kehidupan.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar